Ads (728x90)

Pemakaian Tanda Peserta Oleh Menteri Agama  
Ambon – “Salam Pramuka… Madrasah Lebih Baik… Lebih Baik Madrasah… Pramuka Madrasah Anti Narkoba… Pramuka Madrasah Anti Tawuran… Pramuka Madrasah Anti Kekerasan…,” pekik Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menggugah semangat para peserta upacara pembukaan Perkemahan Pramuka Madrasah Nasional (PPMN) II di Bumi Perkemahan Pantai Liang Kabupaten Maluku Tengah Provinsi Maluku, Rabu (25/05).
Menag menekankan bahwa kegiatan Perkemahan Pramuka Madrasah Nasional (PPMN) kali kedua ini menyasar pada siswa-siswi madrasah tsanawiyah atau golongan pramuka penggalang dari perwakilan provinsi seluruh Indonesia. PPMN merupakan langkah kongkret yang digagas Kementerian Agama melalui Direktorat Pendidikan Madrasah dalam menyikapi keprihatinan atas problematika generasi muda bangsa Indonesia dewasa ini, yakni : 1) menurunnya jiwa nasionalisme, patriotisme dan idealisme, 2) meningkatnya kenakalan remaja seperti penyalahgunaan narkoba, tawuran dan penyimpangan seksual dan 3) meningkatnya kekerasan di lingkungan remaja dan korbannya adalah anak-anak.
“Pramuka sebagai Praja Muda merupakan gerakan kebangkitan yang memiliki komitmen dalam penguatan misi pembangunan dan kemanusiaan. Misi gerakan Pramuka berkomitmen membangun generasi muda menjadi warga negara yang unggul memiliki nasionalisme tinggi dan bertanggung jawab terhadap tindakan dan perilaku pribadi maupun sosial,” tutur Menag.
Menurutnya, Dasa Dharma Pramuka mengajarkan keterampilan, kedisiplinan, solidaritas, integritas dan tanggung jawab yang harus dipegang teguh insan pramuka. Nilai-nilai tersebut bisa menjadi modal penting dan prasyarat untuk unggul, maju, dan berdaya saing.
“Siapapun yang aktif berkecimpung di dunia madrasah harus mampu memberikan sumbangsih dan inspirasi positif dalam pembentukan karakter positif bagi anak didiknya, sehingga adik-adik penggalang yang duduk di bangku madrasah tsanawiyah mampu mengimplentasikan esensi dari nilai-nilai yang terkandung dalam Dasa Dharma Pramuka bukan sekedar dibaca saat upacara saja, namun lebih pada penerapan dalam kehidupan di masyarakat,” lanjutnya.
Menag mengingatkan bahwa saat ini sudah memasuki persaingan bebas dalam Masyarakat Ekonomi Eropa (MEE), sudah tidak saatnya bangga dengan kekayaan alam yang melimpah tanpa mampu mengelolanya menjadi aset produktifitas, Indonesia harus menyiapkan sumber daya manusia yang unggul dan berintegritas. “Maju tidaknya bangsa, ditentukan ketersediaan SDM yang unggul. PPMN harus menjadi momentum untuk membangun generasi muda yang inklusif, toleran, unggul, disiplin, terampil, kreatif, produktif, inovatif dan berintegritas,” tegasnya.
Beliau juga mendorong melalui gerakan Pramuka mampu menjadi benteng pertahanan bagi virus narkoba, miras, seks bebas, tawuran, ekstrimisme agama dan perilaku menyimpang lainnya. “Pramuka siap menjadi gugus tugas Anti Narkoba, Anti Kekerasan, dan Anti Korupsi sehingg ke depan, adik-adik penggalang mampu menjadi benteng pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan benteng keIslaman serta keIndonesiaan,” harap Menag.
Diharapkan, perhelatan PPMN tidak hanya menjadi ajang perkenalan, namun digunakan sebagai ajang silaturrahim dan komunikasi antar anggota pramuka se-Indonesia, untuk menjalin jaringan dan mempererat ukhuwah Islamiyaah dan wathaniyyah untuk Indonesia yang lebih baik.
Terakhir, kaitannya revitalisasi gerakan pramuka di Indonesia, Menag mengharapkan dalam waktu yang tidak lama Kementerian Agama akan merancang Satuan Karya (Saka) dengan sebutan Saka Amal Bakti sebagai bagian dari satuan karya pramuka dalam bidang ilmu pengetahuan agama. (gt/gt)

Post a Comment

Blogger