Ads (728x90)

Foto Kwarnas Bapak Adhyaksa Dault
Ketua Umum Pramuka, Adhyaksa Dault, menegaskan pihaknya siap memberikan rasa aman dan nyaman bagi ratusan pengungsi eks Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang akan ditampung di Taman Wiladatika, Cibubur, Depok, Jawa Barat. Hal itu disampaikannya saat meninjau langsung lokasi penampungan di Gelanggang Olah Raga (GOR) Sidomulyo, Wiladatika. “Kami baru dapat instruksi dari bu Mensos (Menteri Sosial) tadi malam. Akan ada sekitar 712 eks Gafatar yang akan ditampung disini,” ujar Adhyaksa, Rabu, 27 Januari 2016. Menuntun Eks Gafatar Kembali
Adhyaksa menjelaskan, GOR Sidomulyo ini mampu menampung maksimal 400 orang. Sementara sisanya, direncanakan untuk dipisah lokasinya ke Wisma Anggrek dan Jepang di kawasan Taman Wiladatika.
Skenario tambahan yang disiapkan jika tiga tempat itu masih dinilai kurang, adalah memindahkan eks Gafatar ke Bumi Perkemahan Cibubur dengan menyediakan mereka tenda.
Kunjungan oleh Kwarnas
“Kami juga akan menurunkan tim kesehatan dan psikolog serta memberikan materi-materi kebangsaan. Kita belum tahu yang mereka butuhkan, nanti akan disesuaikan. Disini rencananya selama 4 hari. Soal layak tidak layak relatif, ini kan darurat,” jelas Adhyaksa.
Lebih lanjut mantan Menteri Pemuda dan Olahraga ini mengatakan, pihaknya bersama TNI dan Polri siap memberikan rasa aman dan nyaman bagi eks Gafatar yang akan ditaruh di kawasan Cibubur ini.
“Biar bagaimanapun mereka (eks Gafatar) adalah anak bangsa. Kami sangat tidak setuju jika rumahnya dibakar. Kalau masalah bisa diselesaikan baik-baik serahkan ke Pemerintah, masyarakat jangan anarkis.” pintanya.
Pada kesempatan ini, Komandan Distrik Militer (Dandim) 0508 Depok, Letkol Inf. Santosa mengungkapkan, 712 eks Gafatar yang ditampung di Taman Wiladatika ini berasal dari empat provinsi, yakni Lampung, Jawa Barat, Banten dan DKI Jakarta.
“Keberadaan TNI dalam rangka membantu Kemensos menyiapkan penampungan eks Gafatar. Informasi awal yang akan ditampung disini sekitar 712 eks Gafatar, kemungkinan jumlahnya akan bertambah,” katanya.
Selain membantu menyiapkan fasilitas penampungan, TNI juga siap menurunkan tim medis dan psikolog untuk membantu menghilangkan trauma anak-anak eks Gafatar, mengenai peristiwa pembakaran rumah mereka di Mempawah, Kalimantan Barat beberapa waktu lalu.
“Untuk pengamanan, TNI sekitar 50 personil, Polres Depok sekitar 200 personil dan akan dibantu oleh rekan-rekan Pramuka,” ungkap Santosa.
[sumber berita: Sumber : http://m.news.viva.co.id]

Post a Comment

Blogger